ZEBAKTON | Seabuckthorn

Di dunia tidak ada minyak serbaguna, Kalau ada, itu adalah minyak zebakton (seabuckthorn)

Sejarah Seabuckthorn

Disebut sebagai ‘pohon yang dapat membuat kuda berkilauan’ oleh orang Yunani kuno


Di Yunani kuno, perang dilakukan untuk meningkatkan kekuatan ekspedisi militer. Pada suatu hari, kuda perang yang lemah dan sakit-sakitan ditinggalkan di sebuah hutan. Saat para tentara kembali, untuk melewati hutan tersebut, menemukan bahwa sekelompok kuda tersebut tidaklah mati. Kuda-kuda tersebut tidak hanya pulih, tetapi kembali dengan badan sehat dan kuat bahkan bulunya berkilauan. Oleh karena itu, nama ilmiah seabuckthorn disebut sebagai Hippophae rhamnoides L yang artinya „pohon yang dapat membuat kuda berkilauan‟

Ransum Genghis Khan yang misterius

Ketika ekspedisi kavaleri Genghis Khan di Eurasia, tentaranya sering memetik sejumlah besar seabuckthorn dan membawanya ke markas militer. Karena jika mengkonsumsi seabuckthorn, akan meningkatkan energi para tentara agar siap bertempur. Lalu, tabib-tabib kerajaan Mongolia menggunakan seabuckthorn untuk membuat obat-obatan di Mongolia. Seabuckthorn berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan melawan penyakit dalam perjuangan Genghis Khan selama bertahun-tahun. Menurut catatan, Genghis Khan terus menerus mengkonsumsi seabuckthorn. Maka, pada saat ia berumur 80 tahun, ia masih mampu berkuda dan memanah. Hal tersebut tentunya berkaitan dengan konsumsi seabuckthorn.

Peran buah Seabuckthorn terhadap tentara Tibet

Sewaktu tentara China masuk ke Tibet, ratusan ribu tentara terancam karena belum bisa beradaptasi dengan lingkungan dan penyakit yang ditimbulkan pada dataran tinggi. Pada saat itu, faktor ketinggian tempat dan kesehatan mengancam nyawa ratusan ribu tentara. Pada saat yang terdesak, kaum Tibet memetik semacam buah berry liar yang berwarna oranye, namanya “Da Ri Bu”, lalu memberikannya kepada tentara-tentara yang terserang penyakit. Terbukti setelah beberapa hari penyakitnya sembuh. Kemudian baru diketahui bahwa ternyata "Da Ri Bu” adalah seabuckthorn.

Rahasia bulu indah dari organisme Crossoptilon mantchuricum

Crossoptilon mantchuricum adalah hewan liar nasional yang dilindungi, ia memiliki bulu berwarna biru dan sifatnya terlihat anggun. Namun, pada saat proses penangkaran, baru disadari bahwa banyak bulunya yang rontok, masalah ini belum terselesaikan dalam waktu yang cukup lama. Sampai beberapa tahun yang lalu, hasil penelitian menemukan bahwa seabuckthorn merupakan faktor penting yang harus ada dalam habitat dari organisme Crossoptilon mantchuricu. Dikarenakan dengan mengkonsumsi buah dan daun seabuckthorn dalam waktu yang cukup lama membuat Crossoptilon mantchuricum memiliki bulu yang indah. Sejak saat itu, para peternak mulai memberikan mereka daun dan buah seabuckthorn untuk dimakan dan beberapa bulan kemudian, bulu mereka menjadi indah kembali.

Seabuckthorn dan astronaut

Mantan kosmonot Soviet, Yuri Gagarin, sebelum menyelesaikan spacewalk pertama, pernah menggunakan minyak seabuckthorn untuk mencegah radiasi dari sinar kosmik, perubahan suhu yang mendadak, dan hilangnya gravitasi. Karena hal-hal tersebut dapat mengakibatkan bahaya yang fatal pada tubuh.



@



0 comments:

Post a Comment - Kembali ke Konten

Sejarah Seabuckthorn | ZEBAKTON